Trump Diduga Sengaja “Head Fake” Staf demi Amankan Operasi Iran dari Kebocoran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan sengaja memberikan informasi yang menyesatkan kepada stafnya terkait operasi militer di Iran, sebagai langkah menghindari kebocoran rencana sensitif.
Laporan majalah Time menyebut, langkah tersebut diambil di tengah kekhawatiran tinggi di internal Gedung Putih soal potensi bocornya strategi militer sebelum eksekusi. Operasi militer yang diberi nama Operasi Epic Fury diluncurkan pada 28 Februari dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta sejumlah elite pemerintahan lainnya.
Dalam beberapa pekan sebelum serangan, Trump disebut semakin sensitif terhadap isu kebocoran informasi. Ketegangan memuncak setelah The New York Times pada 17 Februari melaporkan adanya persiapan militer Amerika Serikat terhadap Iran. Laporan tersebut memicu kemarahan Trump, yang disebut meluapkan emosi kepada staf internal.
Kepala Staf Gedung Putih, Susie Wiles, turut mengingatkan agar para staf menyampaikan kondisi sebenarnya kepada presiden, termasuk terkait persepsi publik Amerika terhadap konflik yang kian meluas.
Sehari sebelum operasi dimulai, Trump sempat menyampaikan kepada staf dalam rapat darurat di Mar-a-Lago bahwa rencana serangan dibatalkan. Namun, informasi tersebut belakangan disebut sebagai strategi pengalihan atau “head fake”. Setelah rapat berakhir dan sebagian staf meninggalkan ruangan, Trump dilaporkan memanggil kembali lingkaran kecil orang kepercayaannya untuk melanjutkan koordinasi serangan yang tetap dijalankan malam itu.
Seorang pejabat Gedung Putih menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya pengamanan misi. “Presiden sengaja melakukan pengalihan informasi di ruang publik untuk melindungi operasi,” ujarnya.
Di sisi lain, laporan juga mengungkap bahwa Trump sempat mencari opsi untuk meredakan konflik setelah mendapat masukan dari penasihat terdekat mengenai dampak politik yang berpotensi membesar di dalam negeri.
Meski demikian, dalam pidato nasional sehari sebelum operasi, Trump menyatakan bahwa target militer Amerika hampir tercapai. Ia juga menegaskan akan melanjutkan tekanan terhadap Iran dan mengklaim negara tersebut akan mengalami kemunduran besar akibat serangan yang dilakukan.
Perkembangan ini menunjukkan tingginya tensi di balik pengambilan keputusan militer, termasuk dinamika internal Gedung Putih dalam menjaga kerahasiaan operasi di tengah sorotan publik dan media.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0

