5 Fakta yang Perlu Diketahui, BRIN Prediksi “Godzilla El Nino” Akan Datang di 2026

Apr 5, 2026 - 23:16
Apr 5, 2026 - 23:17
 0  5

1. Istilah “Godzilla” bukan terminologi ilmiah

Istilah “Godzilla” bukan terminologi ilmiah

Badan Riset dan Inovasi Nasional (Badan Riset dan Inovasi Nasional) memprediksi fenomena El Nino ekstrem atau yang populer disebut “Godzilla El Nino” berpotensi terjadi di Indonesia pada April 2026. Intensitasnya dapat semakin kuat jika terjadi bersamaan dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Fenomena ini diperkirakan membawa dampak signifikan, mulai dari suhu udara yang lebih panas hingga risiko kekeringan di sejumlah wilayah.

Berikut lima fakta penting terkait Godzilla El Nino:Penyebutan “Godzilla El Nino” bukan istilah resmi dalam sains. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan skala dampaknya yang besar dan luas. Peneliti BRIN, Erma Yulihastin, menyebut istilah tersebut merepresentasikan kekuatan fenomena yang tidak bisa dianggap ringan.

2. Risiko krisis air dan energi meningkat

Risiko krisis air dan energi meningkat

Menurut akademisi lingkungan Syamsudduha Syahrorini, sektor air menjadi yang paling terdampak. Potensi krisis air bersih, terganggunya irigasi pertanian, hingga penurunan produksi listrik dari PLTA menjadi ancaman nyata.

3. Potensi kebakaran hutan dan lahan semakin tinggi

Potensi kebakaran hutan dan lahan semakin tinggi

Kondisi kering berkepanjangan meningkatkan risiko kebakaran, terutama di wilayah dengan lahan gambut. Suhu tinggi membuat area tersebut lebih mudah terbakar saat musim kemarau.

4. Kenaikan suhu terjadi bertahap namun signifikan

Kenaikan suhu terjadi bertahap namun signifikan

Fenomena ini dapat memicu kenaikan suhu udara sekitar 1,5 hingga 2 derajat Celsius. Peningkatan tersebut berlangsung secara bertahap seiring menguatnya intensitas El Nino.

5. Cuaca ekstrem bisa terjadi bersamaan

Cuaca ekstrem bisa terjadi bersamaan

Meski identik dengan panas dan kekeringan, beberapa wilayah Indonesia—terutama di utara ekuator seperti Kalimantan dan Sumatra—justru berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir di saat yang bersamaan.

Untuk menghadapi dampaknya, diperlukan langkah mitigasi jangka panjang, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Mulai dari pengelolaan sumber daya air, adaptasi sektor pertanian, hingga pemanfaatan teknologi dan energi alternatif menjadi kunci dalam menghadapi fenomena iklim ekstrem ini.

Di tingkat individu, langkah sederhana seperti menjaga hidrasi, mengatur ventilasi rumah, hingga meminimalkan aktivitas yang memicu panas berlebih juga dapat membantu mengurangi dampak yang dirasakan sehari-hari.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0