RI Tekan Jaminan Keamanan untuk Pasukan Perdamaian di Lebanon Usai Insiden Mematikan

Apr 5, 2026 - 13:48
 0  4
RI Tekan Jaminan Keamanan untuk Pasukan Perdamaian di Lebanon Usai Insiden Mematikan
Menteri Luar Negeri Sugiono memberikan keterangan pada media di Bandar Soekarno-Hatta

Pemerintah Republik Indonesia menuntut jaminan keamanan bagi seluruh prajurit penjaga perdamaian menyusul insiden serangan yang menewaskan tiga personel TNI di Lebanon. Desakan ini disampaikan sebagai respons atas meningkatnya risiko terhadap pasukan yang menjalankan misi di bawah mandat internasional.

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa prajurit penjaga perdamaian seharusnya berada dalam kondisi aman karena peran mereka bukan untuk terlibat konflik, melainkan menjaga stabilitas.

“Harus ada jaminan keamanan bagi prajurit penjaga perdamaian. Mereka menjalankan misi peacekeeping, bukan peacemaking,” ujarnya.

Menurut Sugiono, terdapat perbedaan mendasar antara misi penjaga perdamaian dan pencipta perdamaian. Pasukan penjaga perdamaian tidak dibekali mandat maupun kemampuan untuk terlibat dalam pertempuran, sehingga serangan terhadap mereka merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip internasional.

Prajurit TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menjalankan tugas dengan fokus menjaga situasi tetap kondusif. Seluruh perlengkapan dan pelatihan yang diberikan bersifat defensif dan tidak ditujukan untuk operasi tempur.

Pemerintah Indonesia menilai kondisi di Lebanon seharusnya tidak membahayakan keselamatan personel penjaga perdamaian. Karena itu, jaminan keamanan fisik bagi seluruh pasukan PBB menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Selain itu, Indonesia juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan di lapangan, khususnya di wilayah penugasan UNIFIL.

Sebelumnya, Indonesia telah meminta Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat untuk membahas insiden serangan tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya diplomasi aktif Indonesia dalam merespons gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan misi perdamaian dunia.

Tiga prajurit yang gugur adalah Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Mereka meninggal dalam tugas sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian di Lebanon.

Pemerintah Indonesia menegaskan mengutuk keras segala bentuk serangan terhadap personel maupun fasilitas PBB serta menuntut investigasi menyeluruh atas insiden tersebut guna memastikan perlindungan maksimal bagi pasukan perdamaian ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0