Arfan Akbar Ridwan Bicara Masa Depan Kemandirian Digital Indonesia Dari Big Data hingga AI
JAKARTA - Perkembangan Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan cybersecurity dinilai akan menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan kemandirian digital Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Arfan Akbar Ridwan, S.Kom., atau yang akrab disapa Ridwan, praktisi dan konsultan teknologi informasi yang memiliki pengalaman di bidang Enterprise Platform, Big Data, Cybersecurity, Artificial Intelligence (AI), dan Intelligence System.
Ridwan telah berkecimpung dalam pengembangan dan perancangan sistem serta platform digital untuk kebutuhan perusahaan berskala besar. Pengalamannya mencakup sistem dengan tingkat kompleksitas tinggi, termasuk platform yang membutuhkan kemampuan menangani trafik dan volume data besar.
Dalam perjalanan profesionalnya, Ridwan juga memiliki pengalaman konsultasi terkait cybersecurity pada lingkungan teknologi enterprise global, termasuk Oracle, serta keterlibatan dengan sejumlah perusahaan teknologi besar di Indonesia.
Menurut Ridwan, tantangan industri teknologi saat ini bukan lagi sekadar bagaimana membangun aplikasi, tetapi bagaimana menciptakan platform yang scalable, secure, resilient, dan mampu mengolah data menjadi intelligence.
“Platform digital ke depan tidak cukup hanya cepat dan mampu menangani banyak pengguna. Sistem juga harus aman, scalable, data-driven, dan memiliki intelligence,” ujar Ridwan.
Big Data dan AI Jadi Kekuatan Baru
Ridwan melihat Big Data sebagai salah satu aset strategis yang akan semakin penting bagi perusahaan maupun institusi.
Data dalam jumlah besar, menurut dia, baru memiliki nilai ketika dapat diolah menjadi informasi yang mendukung analisis dan pengambilan keputusan.
Di sinilah AI memainkan peran penting.
Integrasi AI dengan Big Data memungkinkan sebuah sistem melakukan pattern recognition, predictive analytics, anomaly detection, recommendation engine, fraud detection hingga early warning system.
“Big Data memberikan bahan bakarnya, sementara AI membantu mengubah data tersebut menjadi insight dan intelligence,” kata Ridwan.
Cybersecurity Harus Dibangun Sejak Awal
Di sisi lain, peningkatan penggunaan teknologi digital juga diikuti risiko keamanan yang semakin kompleks.
Ridwan menilai cybersecurity tidak seharusnya ditempatkan sebagai fitur tambahan setelah platform selesai dikembangkan.
Menurutnya, pendekatan Security by Design harus diterapkan sejak tahap awal pembangunan arsitektur.
Hal itu mencakup perlindungan aplikasi, infrastruktur, API, identitas pengguna, data, hingga mekanisme monitoring dan deteksi ancaman.
“Semakin besar sebuah platform, semakin besar pula attack surface yang harus dilindungi. Karena itu, security harus menjadi bagian dari fondasi,” ujarnya.
Indonesia Perlu Menguasai Platform Sendiri
Ridwan menilai Indonesia memiliki modal besar untuk membangun platform teknologi berskala nasional bahkan global.
Besarnya jumlah pengguna digital, pertumbuhan ekonomi digital, ketersediaan data, serta berkembangnya talenta teknologi menjadi peluang untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam membangun teknologi secara mandiri.
Namun, kemandirian digital menurutnya tidak cukup hanya dengan memiliki aplikasi buatan dalam negeri.
Indonesia juga perlu memperkuat penguasaan terhadap arsitektur platform, Big Data, AI, cybersecurity, infrastruktur, serta Intelligence System.
“Indonesia jangan hanya menjadi pasar dan pengguna teknologi. Kita harus mulai mampu membangun, menguasai, dan mengembangkan platform serta teknologi strategis kita sendiri,” kata Ridwan.
Menurut Ridwan, kemampuan mengintegrasikan Enterprise Platform, Big Data, AI, Cybersecurity, dan Intelligence System akan menjadi salah satu fondasi penting apabila Indonesia ingin memiliki ekosistem digital yang kuat dan berdaya saing global.
“Kemandirian digital pada akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang membuat aplikasinya, tetapi tentang siapa yang menguasai teknologi, data, keamanan, dan infrastrukturnya,” pungkas Ridwan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0

